Memprihatinkan! Ruang Kelas MI Ma’arif Nurul Huda Sawangan Amblas, Bahaya Mengancam Keselamatan Siswa

Pendidikan1,332 views

Magelang, MabesNews.com – Baru-baru ini Salah satu sekolah di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang mengundang perhatian publik, Kamis (28/11/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasalnya kondisinya sangat mengkhawatirkan, khususnya bagi siswa yang tengah belajar. Hal itu dipicu lantaran ruang kelas dan ruang guru mengalami kerusakan yang sangat serius akibat hilangnya sebagian tanah dibawah ruangan tersebut.

Hilangnya tanah yang ada dibawah ruangan disebabkan oleh kerusakan gorong-gorong yang tergerus arus air.

Sekolah MI Nurul Huda ini, yang terletak di Dusun Seketi, Desa Butuh, Kecamatan Sawangan kini kesulitan melakukan renovasi karena terbatasnya dana sehingga menjadi kendala serius untuk memperbaiki bangunan tersebut.

Selain ruang kelas 1 dan ruang guru dua ruang kelas lainnya yakni: kelas 3 dan kelas 5, yang berada diatas ruang turut terancam amblas, disinyalir juga beresiko tinggi karena tidak mampu menahan beban.

 

 

Kondisi ini jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi keselamatan siswa maupun lingkungan sekolah.

Kerusakan lantai itu tidak hanya mengganggu pemandangan dan kenyamanan penghuni kelas, tapi juga dapat membuat siswa terancam keselamatannya.

Karena itu bisa saja bertambah amblas sewaktu-waktu. Bahkan dapat mengakibatkan gedung roboh.

Kepala Sekolah MI Ma’arif Nurul Huda Indra Setiawan, saat dikonfirmasi mabesnews.com pada Kamis (28/11/2024) mengatakan, pembangunan sekolah yang didirikan pada tahun 1980, ruang kelas dan ruang guru yang dibangun sejak tahun 2000 kini dalam keadaan memprihatinkan.

Sementara itu, ruang guru dipindahkan ke gedung yang bersebelahan dengan toilet, kondisi ini tentu mempengaruhi kenyamanan dan konsentrasi belajar siswa.

“Namun, tanpa bantuan dan perhatian lebih renovasi terancam tertunda lebih lama.” ujar Indra.

Menurut Indra, pihaknya melakukan upaya untuk memperbaiki ruangan itu meskipun perbaikan dilakukan dengan kemampuan yang ada saat ini.

Indra khawatir jika siswanya dipaksakan untuk belajar di kelas itu malah akan timbul hal yang tidak diinginkan seperti bahaya akan mengancam mereka yang saat ini belajar siswa terdampak untuk sementara di serambi masjid dusun setempat.

“Saya khawatir ini akan ambruk pada saat siswa sedang belajar” ujarnya kepada mabesnews.com

Ia berharap pemerintah, alumni, wali murid dan berbagai lini pihak terkait dapat merespon dengan kondisi ini, karena jika dibiarkan berlarut-larut maka akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan bagi keselamatan siswa.

“Indra berharap ruang kelas yang amblas bisa direnovasi lebih layak untuk keamanan, kenyamanan dan keselamatan siswa saat mengikuti kegiatan belajar.” harapnya.

Ia berharap agar kondisi ini mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait, agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman diruang kelas yang aman dan layak.

Menanggapi kondisi memprihatinkan yang terjadi di MI Ma’arif Nurul Huda, Kepala Desa Butuh, Suharyanto, menyatakan keprihatinannya atas kerusakan serius yang menimpa bangunan sekolah tersebut.

“Saya sangat menyayangkan kondisi yang dialami oleh MI Nurul Huda, khususnya ruang kelas yang amblas. Ini menjadi perhatian kami, karena dampaknya tidak hanya terhadap kenyamanan proses belajar mengajar, tapi juga membahayakan keselamatan siswa,” ujarnya pada Kamis (28/11/2024).

Suharyanto menambahkan bahwa pihak desa sudah mengetahui permasalahan ini dan telah berupaya mengoordinasikan dengan pihak terkait.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, serta berusaha mencarikan solusi terbaik agar perbaikan segera dilakukan. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pihak lainnya untuk membantu renovasi sekolah ini,” katanya.

Kepala desa juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi sekolah dan mendukung upaya perbaikan yang sedang dilakukan oleh pihak sekolah, meski dengan keterbatasan dana yang ada.

“Kami tidak bisa berdiri diam melihat kondisi ini. Jika perlu, kami akan berusaha mencari bantuan dari berbagai sumber, baik dari pemerintah maupun masyarakat, untuk memperbaiki kerusakan ini,” tegas Suharyanto.

Ia berharap kondisi ini bisa segera mendapatkan perhatian lebih, sehingga anak-anak di Dusun Seketi dan sekitarnya dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman di ruang kelas yang layak.

“Kami tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Keamanan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas kami,” tutup Suharyanto.